Penilaian Mancini Setelah Pergi Dari Inter Milan

penilaian-mancini-setelah-pergi-dari-inter-milan

Mancini:  Musim Ini Juventus Akan Merasa Sulit

Roberto Mancini mengatakan atas pendapatnya tentang persaingan klub-klub di Serie A, dia merasakan dalam memperebutkan gelar semakin ketat untuk musim 2016-2017 kali ini, meskipun sang pelatih tersebut akui bahwa Juventus masih tetap menjadi favorit sebagai peraih gelar.

Setelah tidak menjabat sebagai manajer Inter Milan, sampai sejauh ini Mancini belum mendapatkan tawaran resmi dari berbagai pihak, baik itu di klub ataupun di kancah internasional yang bersedia untuk memakai jasa pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Dia sendiri juga mengakui pada musim 2016-2017 ini, sangat jelas terlihat begitu ketat perasingan di dalam kompetisi Serie A yang terbilang sangat ketat, yang mengatakan, “Juventus saat ini masih dijadikan tim favorit dalam peraih gelar juara di Serie A. Tetapi, bukan dari tim itu sendiri melainkan beberapa tim lainya.

“Menurut saya, banyak tim yang memiliki peluang sama. Itu sudah terlihat jelas, seperti Napoli yang menginvestasikan uang hasil penjualan Higuain daan mendatangkan beberapa pemain baru yang memiliki potensi besar.

“AS Roma, Fiorentina, Lazio dan Inter Milan pun juga terlihat memiliki peluang yang begitu besar dalam persaingan di Seri A. Semua tim sekarang ini telah memperkuat skuat yang mereka miliki saat ini, maka Juventus bukanlah salah satu favorit untuk dinobatkan peraih gelar Scudetto.”

Tidak Ada Penyesalan Bagi Mancini Yang Pernah Kembali ke Inter

Mantan pelatih Inter Milan, Roberto Mancini usai mencopot jabatannya sebagai pelatih untuk kedua kalinya yang dikarenkan beda pendapat terhadap investor dari Tiongkok dirinya mengaku tidak ada penyesalan pernah kembali ke klub, namun dia menyatakan jika Juventus dari sebuah planet yang berbeda.

“Tidak ada penyesalan sedikitpun dan saya pun tidak mengatakan jika hari ini saya salah sudah menerimanya,” ucap Mancini kepada media.

“Itu merupakan sebuah tantangan yang penting, saya rasa tidak ada yang salah kembali bersama Milan. Meski saya, tidak bisa menyelesaikan apa yang inginkan, namun semua itu akan saya jadikan sebuah pengalaman.

“Di sana ada langkah-langkah penting, di sana saat ini ada sebuah tim utama yang belum ada sebelumnya. Dalam kehormatan tersebut, saya menyesal tak menyelesaikan pekerjaan ini seperti sebelumnya.

“Ketika saya pergi? Kami saling mengulurkan tangan layaknya seperti teman baik. Saya merasa semuanya baik-baik saja dan saya tidak pernah rasa dendam bagi Nerazzurri, seperti halnya yang mereka lakukan kepada saya.

“Kesepakatan ini dilalui dengan bersama, kami tidak bisa berjalan di jalur yang sama untuk sebuah tujuan dari klub yang menginginkan harus berada peringkat utama seperti Scudetto dan Liga Champions.

“Pasti, saya akan teris menjadi pendukung Inter.

“Jika ada sedikit dari beberapa kekalahan mampu membuat imbang, mungkin kami akan berada di penyisihan Liga Champions ketimbang Roma.

“Bahkan pada tahun 2004 kami memulai dari langkah yang kecil dan pada akhirnya kami bisa berhasil.”