Frank De Boer: Inter Harus Tunjukkan Peforma Terbaiknya, Jika…

Frank De Boer: Bukan Hal Yang Mudah Untuk Menjadi Pelatih Inter

frank-de-boer

Frank de Boer yang saat ini menangani Inter Milan telah mengatakan, bahwa untuk menggantikan jabatan bangku kepelatihan Roberto Mancini dalam melatih Inter bukanlah sesuatu yang sangat mudah untuk dikerjakan.

“Nerazzurri menghubungi saya sebenarnya ada sedikit beban untuk bisa menjadi pengasuh di tim ini,” ujar De Boer ketika konfrensi pers.

“Ketika itu saya harus menggantikan posisi bangku kepelatihan Mancini, dimana pelatih terkenal itu memiliki kemampuan yang bisa memberikan klub meraih gelar juara.”

“Saya merasa semakin tertekan karena banyak kalangan yang sedang mengamati dan menunggu hasil yang saya kerjakan musim ini.”

“Ini semua tidak akan mudah untuk bisa dikerjakan, tetapi saat ini saya mencoba untuk bergerak secara perlahann namun pasti, saya harus butuh penyesuaian dalam mengenal gaya permainan Inter begitu juga dengan klub yang ada di serie A lainnya,” tutup sang pelatih asal Belanda tersebut.

De Boer yang resmi menjadi pelatih Inter Milan pada tanggal 9 Agustus 2016 lalu, yang menggantikan Mancini dari posisi kursi kepelatihan, dikarenakan tidak mampu memberikan sebuah gelar di musim lalu.

Dan musim ini De Boer harus bisa membuat Nerazzurri untuk bisa tampil bermain di Liga Champions yang merupakan keinginan dari klub.

De Boer Kecewa Atas Kekelahan Inter Milan

inter-milan

Inter Milan yang bermain sangat buruk saat menghadapi Sparta Praha 1-3, yang membuat Frank de Boer kesal kepada timnya.

Bermain di Generali Arena, markas Praha, pada menit ke 25 Nerazzuri harus tertinggal dua gol yang dicetak Vaclav Kadlec. Rodrigo Palacio mengembalikan semangat Inter yang menghasilkan gol balasan pada babak kedua di menit ke 71.

Ketika berusaha untuk membuat imabng, Inter harus menerima situasi saat Andrea Ranocchia mendapatkan kartu merah. Praha yang telah unggul dalam pemain mampu memaksimalkan permaianan yang menghasilkan gol ketiga melalui Mario Holek.

“Jika anda bermain di awal dengan cara yang salah, maka anda akan mengatakan strategi yang anda mau, tetapi hal yang utama adalah harus memiliki mental yang kuat,” tutur De Boer.

“saat gol kedua terjadi, kami telah membuat peluang gemilang, seharusnya kami tidak kecolongan.”

“Kami di babak kedua bermain cukup baik namun tidak seperti yang saya pikirkan. Usai dapatkan kartu merah, permainan itu terasa lebih sulit dan dengan skor 3-1 mereka telah memastikan kemenangan.”

“Kami sering melakukan kesalahan dan itu harus segera diperbaiki karena jika tidak kami akan menjalani menghadapi kesulitan di laga berikutnya,” tandas pelatih kebangsaan Belanda.

Kekalahan yang didapatkan oleh Inetr menjadikan modal yang buruk untuk menghadapi laga selanjutnya di liga di akhir pekan. Yang dimana Inter akan berhadapan tim ibukota AS Roma yang bermain di Stadion Olimpico, pada hari Senin dinihari WIB.

Hector Bellerin Di Minati Oleh Manchester City dan Barcelona

hector-berllin

City Akan Tikung Barcelona Dalam Perebutan Hector Bellerin

Manchester City yang siap untuk memulai bersaing dengan Barcelona untuk memperebutkan pemain Arsenal yang berposisi sebagai bek, Hector Bellerin.

Yang pada sebelumnya Barca sempat dikabarkan akan membuat sang pemain asal Spanyol kembali merumput ke Camp Nou, Bellerin yang pernah menjalani karir sepakbola profesioanlnya bersama Barcelona ketika masa mudanya.

Saat ini usia pemain tersebut yang baru saja 21 tahun menurut pihak Blaugrana layak untuk dijadikan pemain di masa depan bagi klub, karena Bellerin yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam permainannya bersama The Gunners sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Bellerin pun juga diminati dari tim rakasasa Premier League, yaitu The Citizens yang akan siap untuk bersaing dimana pelatih Pep Guardiola sangat menginginkan pemain tersebut.

Kedua klub itu tengah dikabarkan pernah bertemu untuk membahas mengenai status Bellerin di bursa transfer musim panas lalu dan siap memberikan penawaran pada bulan Januari tahun depan nanti.

Sang pelatih Gunners pun, Wenger belum dikabarkan apakah dirinya siap untuk kehilangan Bellerin yang merupakan sosok pemain yang cukup sering diturunkan dalam memperkuat barisan pertahanan timnya itu.

arsene-wenger

Masa Depan Hector Berllin Belun Jelas di Arsenal

Sikap manajemen Arsenal yang belum jelas mengenai masa depan bek kanan mereka, Hector Bellerin dan Barcelona yang berminat terhadap pemain tersebut merasa bingung. Dia yang sudah bergabung dengan dua pemain yang didatangkan oleh London utara terlebih dulu bikin cemas.

Itu sudah jelas mengapa keduanya bingung, Arsenal yang kabarnya belum memberikan kontrak baru kepada pemain berusia 21 tahun itu, menurut sejumlah laporan di Inggris yang beredar. Hal tersebut yang harusnya segera dipastinkan oleh pihak klub.

Bellerin yang merupakan salah satu pemain yang terpenting di The Gunners dalam beberapa pekan musim ini, dan juga salah satu pemain termuda yang berbakat dimana klub-klub Eropa banyak yang meminati dirinya. Kemampuan yang dimilikinya membuat sejumlah klub ingin mendapatkan sang pemain tersebut.

Apa boleh buat, seperti halnya Mesut Ozil dan Alexis Sanchez, dimana masa depan kedua pemain itu masih belum pasti di manajemen klub tersebut.

Dikabarkan oleh beberapa media bahwa Arsenal belum memberikan tawaran kontrak baru bagi pemain berbakat itu, dimana kesepakatan yang telah mengikatnya akan berakhir pada 2019 mendatang.

Hal itulah yang menyebabkan pihak Barcelona merasa cemas dan bimbang, dimana klub Catalan itu ingin memulangkan pemain tersebut, setelah lima tahun pemain itu berkarir di London Utara. Yang membuat pelatih Manchester City, Pep Guardiola kabarnya memiliki ketertarikan untuk memboyong Bellerin dari Arsenal.

Usaha dalam merayu klub London kepada rivalnya agar sang pemain dijual jelas mereka akan mendapatkan kesulitan, yang pada sebelumnya klub itu telah membuat kontroversi atas penjualan Gael Clichy, Samir Nasri dan Emmanuel Adebayor untuk bermain di Etihad.

Dirk Kuyt Siap Hadapi United di Liga Europa

 

dirk kuyt

Dirk Kuyt Ingin Segera Bertemu Dengan Manchester United

Dirk Kuyt yang berposisi sebagai penyerang di klub Feyenoord, telah mengatakan jika dirinya sudah tidak sabar untuk bisa bermain berhadapan dengan Manchester United di Europa League dini hari nanti.

Kuyt yang bermain selama enam tahun dalam karir sepak bola di Liga Primer bersama Liverpool pada tahun 2006 sampai tahun 2012, dan menjelang yang akan berhadapn dengan tim dari Liga Inggris itu, dia merasa akan menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa bagi dirinya dan begitu juga dengan tim yang dibelanya saat ini.

Pemain yang sudah berumur 36 tahun itu menyatakan kepada media: “Saya pernah berkarir di sana dalam kurun waktu enam tahun dan menurut saya itu merupakan salah satu laga sangat hebat dalam semusim, dan bisa melawan Manchester United begitu luar biasa.”

“Ini sebuah kesempatan yang baik, tidak hanya bagi saya saja, tetapi juga klub (Feyenoord), dalam tim kami memilik pemain yang masih muda. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi mereka di dalam laga yang hebat untuk memulainya, maka dari itu kami merasa tidak sabar untuk itu.”

Manchester United yang baru sekali bertamu ke Rotterdam. Pada tahun 1997 lalu, dimana mereka mampu memenangkan laga 3-1 dalam duel yang hebat di Liga Champions.

feyenoord

Dirk Kuyt Ungkapkan Manchester United Berada Dalam Tekanan di Liga Eropa

Pemain senior di klub Feyenoord yaitu Dirk Kuyt mengungkapkan bawa Manchester United saat ini tengah berada di dalam tekanan yang besar untuk menjalani pertandingan pembuka di Piala UEFA yang akan bertemu dengan timnya. Kuyt yang menilai, United begitu menginginkan sebuah gelar atas pelatih baru mereka saat ini, Jose Mourinho.

Red Devils yang bertanding di ajang Liga Champions dan Kuyt mengatakan United akan kesulitan untuk menjadi pesaing gelar Premier League. Itulah yang menjadi penyebabnya, dimana Liga Eropa akan diincarnya.

“Saya rasa mereka sedang berada di sebuah tekanan yang cukup besar, dimana banyak klub yang ingin meraih kemenangan di Liga Primer Inggris,” kata Kuyt kepada media.

Mantan striker Liverpool menambahkan, saat ini kondisi tim besutan pelatih berusia 53 tahun itu tampil buruk usai mereka dipermalukan oleh rival abadinya Manchester City pada minggu kemarin. Yang dimana Setan Merah dipastikan berada di sebuah tekanan yang membuatnya harus bangkit atas kekalahan pada pertandingan derby Manchester.

Kuyt yang memiliki banyak pengalaman betapa kerasnya bermain di Liga Inggris. Dimana pemain asal Belanda tersebut pernah bermain dengan Liverpool dengan waktu yang cukup lama, enam tahun. Kuyt juga ungkapkan jika dirinya memiliki momen manis ketika bertemu dengan United. Di dalam laga Liverpool melawan Manchester United pada 6 Maret 2011 lalu, Kuyt suskses membuat hattrick dengan skor 3-1.

“Ini merupakan kesempatan yang besar, tidak bagi saya juga, melainkan Feyenoord, didalam tim yang memiliki banyak pemain muda,” tandasnya.

Scholes Begitu Percaya Diri Terhadap Juventus

Scholes-Begitu-Percaya-Diri-Terhadap-Juventus

Scholes Yakin Juventus Bisa Kalahkan Klub Yang Ada di Liga Inggris

Mantan pemain Manchester Unted, Paul Scholes mengakui bahwa Juventus mampu mengalahkan tim yang ada di Premier League dan berpikir jika kompetisi Serie A bukanlah liga yang membuat bosan.

Legenda Red Devils dan tim nasional Inggris itu angkat bicara mengenai Liga Inggris yang merupakan liga yang paling teratas dibandingkan lainnya.

“Anda pastinya sudah mendengar bahwa banyak kalangan yang mengatakan kalau sepakbola Inggris adalah liga yang terbaik di dunia. Saya merasa Spanyol pantas dinobatkan sebagai liga terbaik,” ucapnya kepada media setempat.

“Di Jerman banyak klub-klub yang bagus. Kemungkinan Italia memiliki skuat yang tidak begitu hebat. Mereka pernah menyatakan bahwa Italia adalah liga yang begitu buruk, saya sangat yakin mereka sendiri tidak pernah menonton Liga Italia. Mereka hanya menyatakan kalau itu membosankan, faktanya tidak juga.

“Saya begitu yakin Juventus bisa mengalahkan semua tim yang ada di liga ini. Mereka akan bertemu dengan Manchester City dan dengan sangat mudah bagi mereka untuk menundukkannya. Kami sempat berpikir bahwa Liga Italia merupakan liga yang sangat buruk, karena mereka terus berusaha dalam bertahan. Saya rasa tidak.”

Scholes Ungkapkan Juventus Mampu Tumbangkan Semua Klub Liga Inggris

Legenda Manchester United yaitu Paul Scholes, mengatakan dengan keyakinannya jika Juventus dapat kalahkan tim yang berada di Liga Inggris manapun dan membantah bagi banyak kalangan di Inggris kalau Serie A merupakan liga yang begitu membosankan.

Pria yang sudah berumur 41 tahun itu menyatakan dari sudut pandangnya mengenai kebenaran kalau Liga Inggris bukanlah liga yang terbaik yang disaksikan pecinta sepak bola bahkan di Inggris sendiri.

“Mungkin anda pernah mendengar tentang sepakbola Inggris yang merupakan sepakbola terbaik yang ada di dunia, menurut saya Spanyol sejauh ini layak dijadikan liga terbaik.” tutur Scholes kepada media.

“Banyak klub di Jerman yang sangat bagus. Mungkin di Italia kedalaman skuat tidak cukup kuat. Mereka mengatakan jika Italia merupakan liga terburuk, saya merasa orang-orang yang ada di Inggris salah tentang hal tersebut. Mereka mengatakan kalau Serie A sangat membosankan. Jelas itu tidak benar”

“Juventus bisa membuat tim manapun kalah di liga ini. Pada tahun lalu mereka datang untuk berhadapan dengan Manchester City dan sangat mudah mengalahkannya. Harusnya kami koreksi bahwa Liga Italia dibilang sampah, kalau mereka bermain hanya untuk bertahan. Tentunya tidak benar!”

“Kami hanya butuh meningkatkan kualitas. Di liga Inggris kami memiliki Sergio Aguero, David Silva  dan Kevin De Bruyne, kami tidak banyak memiliki pemain terbaik yang ada di dunia. Semua pemain yang terbaik berada di liga dan negara lain.”

“Yang sudah diketahui bahwa mereka telah bermain di Muncchen atau dan Juventus. Anda jangan mengharapakan Lionel Messi bermain di liga ini, dan anda juga tidak akan pernah melihat Neymar bermain di klub liga Inggris.”

Allardyce Berikan Komentar Terhadap Stones dan Beberapa Pemain Lain

Allardyce-Berikan-Komentar-Terhadap-Stones-dan-Beberapa-Pemain-Lain

Allardyce: Stones Harus Perbaiki Kesalahan Yang Dilakukan Dalam Lapangan

Pelatih timnas Inggris, Sam Allardyce menyatakan kepada media bahwa dirinya sangat bangga memiliki seorang John Stones di skuad timnas Inggris yang dia asuh sekarang ini, namun sang pelatih berkeinginan kepada pemain Manchester City itu untuk segera perbaiki kesalahannya pada masa lalu.

Bek The Citizen itu sempat terdengar mendapatkan kritikan yang cukup pedas di musim 2015-2016 silam ketika membela Everton, penampilannya yang dianggap sebagai pemain muda berbakat timnas Inggris itu diragukan, dimana pasukan Roberto Martinez di musim lalu harus berada di peringkat 12 Liga Premier musim lalu.

Stones yang terlihat memiliki kelemahan yang ada pada dirinya menyebabkan peforma tim The Toffees musim lalu sangat lembek, dan kesalahan dari pemain berumur 22 tahun itu tidak begitu bisa menahan bola yang menyebabkan blunder dimana merupakan titik lemah yang sering kali terlihat dengan lawan dan sang pelatih ingin Stones untuk bisa memperhatikan gaya permainannya layaknya seorang bertahan.

“John memang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menrubah kecepatan dalam sebuah pertanidngan, yang mana dirinya merupakan salah satu pemain bertahan terbaik di Inggris. Tetapi sering kali melakukan blunder yang disorot oleh beberapa media, dan dengan adanya kesalahan tersebut yang dia lakukan pada musim lalu, dia terus mendapatkan kritikan yang membuat dirinya membuktikan di sepanjang musim ini tampil dengan begitu baik.”, ucap sang pelatih  kepada media.

“Itu merupakan sebuah pertanyaan yang begitu serius, apakah dia sudah mempelajari atas kesalahannya pada musim lalu, dan menurut saya Inggris yang harus tersingkir lebih cepat ketika EURO yang lalu disebabkan oleh kesalahan para pemain kami dalam bentuk performa, bukannya karena tim yang kami hadapi memiliki kualitas jauh lebih baik dari pada kami.

Dua Bintang Timnas Inggris Tidak Masuk Dalam Jajaran Tim

Sam Allardyce selaku pelatih timnas Inggris memberikan sebuah kejutan ketika mengumumkan dua pemain bintang timnya tidak didaftarkan, dimana mereka akan berhadapan dengan Slovakia di pertandingan pembuka Grup F babak kualifikasi ajang Piala Dunia 2018.

Kedua pemain gelandang yang tidak mendapatkan panggilan dari sang pelatih seperti Jack Wlshere dari  dan Ross Barkley dari Everton. Yang disebabkan, dia awal tiga laga pembuka Liga Premier di musim ini, Wilshere hanya bermain dua kali. Dimana dirinya menjadi pemain pengganti, dan bermain selama 37 menit.

Tidak ikut sertanya Barkley menimbulkan pertanyaan besar. Dimana terlihat sang pemain selalu menjadi starter musim ini.

Dan juga Barkley sendiri dalam kondisi yang bugar. Pemain berusia 22 tahun itu pun telah memberikan satu gol bagi klubnya.

“Banyak orang, seperti Wilshere dan juga Alex Oxlade-Chamberlain, memiliko peluang untuk kembali. Namun, kami tetap terus memantau perkembangan mereka. Kami terus memberikan penilaian bagi semua pemain. Bukan tidak adanya harapan di masa depan nanti. Tetapi, harus bisa menerima beban untuk bisa bermain dengan baik ditiap pertandingan,” kata Allardyce kepada media.